Sembarangan Menjalani Diet OCD Malah Bikin Berat Badan Naik
Diet OCD beberapa waktu lalu dicintai oleh masyarakat karena klaim bahwa Anda bisa menurunkan berat badan dengan kecepatan kilat. Sayangnya, banyak ahli kesehatan dan gizi kurang sesuai dengan program diet ini. Inilah penjelasannya
Apa itu diet OCD?
Diet OCD pada dasarnya adalah variasi dari metode diet puasa yang menekankan kapan harus makan, kapan harus makan dan kapan harus berhenti makan alias "cepat". Umumnya metode ini merekomendasikan puasa selama 16 jam, namun waktu bisa ditentukan sendiri.
Misalnya, jika ingin membagi 16 jam puasa dan 8 jam waktu makan. Kemudian, ia diperbolehkan makan apapun sesuka hati dari jam 1 siang sampai jam 9 malam, dan kemudian terus berpuasa hingga 16 jam kemudian. Selama masa puasa ini, Anda tidak bisa makan apapun selain air.
Manfaat diet OCD
Menurut ahli saraf Mark Mattson, dikatakan bahwa diet OCD kehilangan berat badan. Terutama terupup kalori saat Anda menjalani diet ini diperkirakan hanya sekitar 500 kalori dalam sehari, yaitu jika Anda membuat jendela makan dalam waktu 6 jam.
Selain itu, seperti dikutip Prevention, diet ini bisa membantu mengurangi kadar gula darah, menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker. Bahkan diyakini bahwa diet ini membantu otak Anda untuk melawan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson, sekaligus memperbaiki mood dan ingatan.
Tapi, diet OCD sebaiknya tidak dilakukan rutin setiap hari
Diet OCD pada dasarnya melatih tubuh untuk hanya mengkonsumsi kalori sesuai kebutuhan. Tapi, pada dasarnya, kehilangan berat badan hanyalah keuntungan belaka.
Untuk memahami, bahkan aktivitas fisik sederhana, seperti berjalan atau berpikir, membutuhkan energi dari kalori yang terbakar oleh tubuh. Jika asupan kalori Anda kurang dari cukup, sebenarnya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Juga, ketika diet OCD baru saja dimulai, tubuh tidak terbiasa dengan makanan baru atau kelaparan. Kelaparan juga bisa menurunkan performa aktivitas jika kebutuhan gizi harian tidak terpenuhi.
Lalu, ada juga efek samping yang menyertainya, seperti sakit kepala dan perubahan pada jam tidur. Meski efek ini bisa terjadi saat Anda baru memulai diet dan itu hanya sementara, namun kekurangan energi dan waktu tidur pasti bisa berdampak langsung pada tubuh Anda.
Diet TOC sembarangan bahkan meningkatkan berat badan
Diet OCD menekankan pembatasan asupan makanan. Tingkat metabolisme mempengaruhi seberapa cepat tubuh Anda membakar kalori dari makanan. Jika asupan makanan Anda rendah, metabolisme Anda akan berjalan perlahan sehingga tubuh akan memproses kalori dari makanan juga lebih lambat dari biasanya untuk menyimpan cadangan energi. Hal ini akhirnya menyebabkan tubuh menyimpan lebih banyak kalori, sehingga bobotnya meningkat.
Selain itu, asupan kalori yang sangat rendah dapat menyebabkan tubuh kehilangan sejumlah besar massa otot. Massa otot kecil menyebabkan tubuh hanya membakar beberapa kalori. Akibatnya, tubuh akan menyimpan kelebihan kalori yang datang dalam bentuk lemak. Kemudian, orang yang dietnya hanya membatasi asupan makanan mereka, pada kenyataannya, kehilangan massa otot dan bukan massa lemak di tubuh. Padahal, apa yang harus dikurangi bila diet penurunan berat badan adalah lemak. Hal ini bisa terjadi karena pembatasan asupan makanan tidak disertai olah raga.
Siapa yang tidak boleh menjalani diet OCD?
Sebelum mencoba diet ini, yang terbaik adalah berbicara dengan dokter atau ahli gizi Anda. Anda harus memastikan Anda mengonsumsi makanan yang tepat selama diet dan puasa ini, untuk mencegah malnutrisi tubuh.
Anda juga harus memastikan bahwa tidak ada riwayat masalah kesehatan yang dapat menyebabkan Anda berpuasa, misalnya jika Anda menderita penyakit ulseratif. Anda juga tidak disarankan untuk mengkonsumsi makanan ini jika Anda sedang hamil, menyusui atau di bawah usia 20 tahun.

Komentar
Posting Komentar