Cara Diet yang Salah Menyebabkan Massa Otot Menghilang. Apa Dampaknya Bagi Tubuh?


Banyak orang merindukan tubuh kurus. Tapi kebanyakan dari mereka salah dalam diet. Diet biasanya dilakukan hanya untuk mengurangi porsi makanan, yang terkadang membuat mereka kelaparan. Diet palsu ini bukan cara untuk mengurangi lemak, tapi justru mengurangi massa otot. Sebenarnya, massa otot dan metabolisme saling berhubungan, yang akan mempengaruhi berat badan Anda.


Apa hubungan antara massa otot dan metabolisme?

Tingkat metabolisme mempengaruhi seberapa cepat tubuh Anda membakar kalori dari makanan. Jika metabolisme Anda lambat, tubuh akan menggunakan kalori dari makanan lebih lambat. Hal ini cenderung menyebabkan tubuh menyimpan lebih banyak kalori untuk kemudian meningkatkan beratnya.

Tingkat metabolisme ini adalah salah satunya ditentukan oleh massa otot yang Anda miliki. Semakin besar massa otot yang Anda miliki, semakin tinggi tingkat metabolisme Anda. Artinya, semakin banyak kalori yang bisa terbakar tubuh Anda.

Sebaliknya, semakin kecil massa otot Anda, semakin rendah tingkat metabolisme Anda. Karena itu, kurang kalori membakar tubuh. Inilah alasan mengapa orang tua cenderung memiliki metabolisme yang lebih rendah daripada orang muda: mereka memiliki massa otot kurang dari anak kecil.

Hati-hati jangan hanya membatasi porsi makanan. Kamu harus latihan juga

Banyak orang berdiet hanya dengan membatasi asupan makanan mereka. Padahal, asupan kalori yang sangat rendah bisa menyebabkan tubuh kehilangan sejumlah besar massa otot. Massa otot kecil menyebabkan tubuh hanya membakar beberapa kalori. Akibatnya, tubuh akan menyimpan kelebihan kalori yang datang dalam bentuk lemak.

Kemudian, orang yang dietnya hanya membatasi asupan makanan mereka, pada kenyataannya, kehilangan massa otot dan bukan massa lemak di tubuh. Padahal, apa yang harus dikurangi bila diet penurunan berat badan adalah lemak. Hal ini bisa terjadi karena pembatasan asupan makanan tidak disertai olah raga.

Olahraga sangat penting jika Anda ingin menurunkan berat badan. Dengan berolahraga, Anda bisa mempertahankan bahkan meningkatkan massa otot sehingga metabolisme Anda juga meningkat. Artinya, tubuh bisa membakar lebih banyak kalori. Itu, maka bisa diikuti dengan penurunan berat badan.

Olahraga harus dilakukan pada diet

Latihan beban yang bertujuan menguatkan otot dianjurkan saat melakukan program diet. Latihan kekuatan bisa meningkatkan massa otot dan metabolisme. Hal ini membuat tubuh lebih mampu menggunakan kalori sebagai energi dan meningkatkan pembakaran lemak. Karena itu, berat badan yang sehat bisa terjadi.

Beberapa contoh latihan kekuatan adalah yoga, pilates, push-up, squat, angkat besi dan banyak lagi. Anda disarankan melakukan latihan kekuatan ini dua kali seminggu.

Tak hanya itu, Anda juga disarankan melakukan latihan kardio yang melatih otot jantung. Cara berlari, naik sepeda, melakukan aerobik atau menari. Paling tidak, lakukan latihan ini sebanyak 4-5 kali per minggu selama 30-40 menit.

Dengan berolahraga, kalori yang membakar tubuh akan lebih banyak daripada kalori yang masuk, sehingga bisa terjadi penurunan berat badan. Tidak diragukan lagi, karena hilangnya massa lemak, bukan massa otot.

Komentar