7 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Akibat Kebanyakan Konsumsi Gula

Siapa yang tidak suka dengan rasa manis gula? Dan siapa yang bisa menahan godaan makanan manis seperti puding, coklat atau es krim? Banyak orang pasti suka karena makanan atau minuman manis sering dianggap lebih enak untuk dikonsumsi.

Akhirnya, secara tidak sengaja, gula akan dengan mudah masuk ke tubuh Anda dalam jumlah banyak, baik berupa makanan / minuman. Faktanya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pengurangan asupan gula dalam jumlah kurang dari 10 persen dari asupan energi harian, atau bahkan lebih baik jika kurang dari 5 persen.

Batas asupan gula yang disarankan untuk orang dewasa adalah 50 gram atau setara dengan dua belas sendok teh gula per orang per hari. Sementara American Heart Association (AHA) merekomendasikan bahwa anak-anak berusia antara 2 dan 18 tahun tidak mengkonsumsi lebih dari enam sendok teh gula dalam makanan sehari-hari. Rekomendasi tersebut tidak termasuk gula yang secara alami ditemukan pada susu, buah atau sayuran.

Saat Anda mengonsumsi gula, tubuh Anda akan mendapatkan glukosa yang berasal dari gula. Glukosa akan disimpan dalam tubuh sebagai energi cadangan. Namun, meski gula bisa memberi energi, Anda tetap harus membatasi asupan gula ke tubuh Anda. Karena jika tidak, kelebihan gula dalam tubuh Anda akan berdampak negatif terhadap kesehatan Anda. Inilah beberapa konsekuensi konsumsi gula berlebihan di tubuh Anda.

1. Saya selalu ingin makan

Selain membawa hati, terlalu banyak fruktosa dalam tubuh juga bisa mengubah sistem metabolisme tubuh dengan menutup sistem pengendalian nafsu makan. Kondisi tersebut memicu kegagalan tubuh untuk merangsang produksi hormon insulin, meningkatkan produksi hormon ghrelin yang berperan dalam kelaparan, namun menurunkan produksi hormon leptin yang berperan dalam penyebab kenyang.

Hal ini dibuktikan dalam penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi gula langsung secara berlebihan / fruktosa dapat meningkatkan produksi ghrelin dan mengurangi sensitivitas tubuh terhadap hormon insulin. Inilah yang membuat Anda selalu lapar meski sudah banyak makan.

2. Lemak di perut

Semakin banyak gula yang Anda konsumsi, semakin Anda akan meningkatkan risiko akumulasi lemak di pinggang dan perut Anda. Hal itu juga bisa meningkatkan risiko obesitas.

3. Karies gigi

Karies gigi terjadi saat bakteri yang hidup di dalam mulut mencerna residu karbohidrat dari makanan yang Anda makan, apakah sisa gula dalam donat yang Anda konsumsi atau yang lainnya. Bakteri akan memecah dan menghasilkan asam yang bisa menghancurkan enamel gigi / dentin.

4. Kerusakan hati

Gula yang masuk ke aliran darah dari saluran pencernaan dipecah menjadi glukosa dan fruktosa. Sayangnya, fruktosa tidak diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang banyak, karena memang tidak terlalu penting bagi tubuh. Karena itu, konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh mengalami kelebihan fruktosa yang bisa membebani hati dan menyebabkan fatty liver. Inilah yang bisa memicu komplikasi kesehatan.

5. Penyakit jantung

Meski hubungan antara konsumsi gula berlebih dan penyakit jantung tidak begitu jelas. Namun, sebuah studi di Journal of American Heart Association pada tahun 2013 menyatakan bahwa konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada cara organ jantung memompa darah.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan merangsang hati untuk menghilangkan lemak di aliran darah. Kedua hal tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

6. Disfungsi metabolik

Konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan sindrom metabolik klasik, seperti penambahan berat badan, obesitas perut, HDL rendah, LDL tinggi, gula darah tinggi, trigliserida tinggi dan tekanan darah tinggi.

7. Resistensi terhadap hormon insulin

Semakin banyak gula yang Anda makan, semakin banyak produksi insulin yang dihasilkan tubuh Anda. Hormon insulin berperan dalam membantu mengubah makanan menjadi energi. Namun, bila kadar insulin tubuh dan kadar gula tinggi, sensitivitas produksi hormon akan menurun dan glukosa akan menumpuk di dalam darah. Gejala dari kondisi ini, yang disebut resistensi insulin, adalah kelelahan, kelaparan, kebingungan mental dan tekanan darah tinggi.

Komentar